Komplain Pasien BPJS Kepada RS. Omni Alam Sutera

0
2627

Tangerang Selatan, Banten

Tulisan berikut ini di copas dari wall Facebook Bernart Siregar ;

Mohon VIRALKAN !!!
Saudara Iyot Hermawan Siantar ini membutuhkan penanganan / layanan segera BPJS, dan hingga saat ini belum terlayani.
*
Status II
Senin, 11/12/2017; Pkl. 19.17 wib.
======================
Apakah rumah sakit penerima pasien BPJS tidak ada SOP KEHARUSAN membantu keluarga pasien yg sedang panik / bingung MENANYAKAN KE BPJS KEPESERTAAN PASIEN NYA DI BPJS ???.
UNTUK APA BAYAR BPJS KALAU SAKIT DI PERSULIT ???.
ADAKAH ORANG YG MAU SENGAJA SAKIT ???.
BPJS ISTRI SAYA DI TOLAK RS Omni Alam Sutera SESUAI KETENTUAN NO:10 (yang di stabilo).

APAKAH TINDAKAN RS OMNI TSB DI BENARKAN OLEH PEMERINTAH / PENANGGUNG JAWAB BPJS ???.
TOLONG DI VIRAL KAN SUPAYA GAK ADA LAGI KORBAN SEPERTI SAYA.

*
Status II
Senin, 11/12/2017; Pkl. 19.39 wib.
======================

Mohon info, saran dan bantuan pengurusan layanan, fasilitas dan bagaimana mengurus “rembes” biaya rumah sakitnya ke BPJS.

Saya dapat musibah, istri kena stroke tgl 27/11 saat saya tidak di rumah. Dibawa ke IGD RS. Omni Alam Sutera +/- jam 19.00 wita, saat itu kartu bpjs nya tidak ketemu, jadi di masukkan dengan asuransi Manulife, sudah di kasoh tahu di IGF bahwa pasien ada bpjs, tapi tidak ditulis oleh petugas IGD. Langsung masuk ICU.

Saya pulang tgl 28/11 langsung ke RS +/- jam 22.00 wit dalam keadaan perasaan panik, otak blank, tidak tahu harus bagaimana. Tgl 01/12 ditelpon bagian FO RS, memberitahu tagihan sudah 50 juta lebih, saya kaget dan baru terpikir bahwa saya sekeluarga ikut bpjs, langsung saya cari kartu bpjs nya dan ketemu.

Tgl 02/12 saya ke bagian FO mengajukan susulan kartu bpjs nya karena asuransi saya cuma menanggung saat itu hanya 12 jutaan.
Pihak RS Omni (Pak Toto yang bicara dengan saya) bilang BPJS nya TIDAK BISA DIGUNAKAN karena terlambat di ajukan sesuai “peraturan menteri kesehatan REPUBLIK INDONESIA no: 28 tahun 2014, tentang pedoman pelaksanaan PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL, no:10” (yang di stabilo di foto). Saya minta pihak RS. Omni membuat surat yang menyatakan saya terlambat sesuai peraturan yg pasal no:10 tersebut di atas, untuk saya tanyakan ke bpjs, tapi pihak RS tidak mau membuat dengan alasan yang bla….bla….bla….

Mohon info dari yang mengerti aturan bpjs nya, apakah memang begitu ?

Kartu bpjs saya dan istri + anak sudah e-id. Harusnya kan pihak rumah sakit bisa bantu pasien hubungi bpjs dan menanyakannya sesuai nama pasien yang terdaftar.

Setahu saya yang bodoh, pemerintah kan sudah mengharuskan seluruh penduduk untuk ikut bpjs dan pada saat batas waktu finalnya bagi yang tidak ikut bpjs akan dipersulit untuk urusan sim dan lain-lainnya. (Apakah benar begitu ???).

Pihak rumah sakit harusnya tahu masalah keharusan ikut bpjs bagi seluruh penduduk Indonesia.
Apakah SOP dari bpjs ke pihak rumah sakit yg terkait tidak mengharuskan pihak rumah sakit untuk check keanggotaan bpjs pasiennya ???.

UNTUK APA KARTU BPJS E-ID KALAU TIDAK DISERTAKAN DENGAN SOP “KEHARUSAN PIHAK RUMAH SAKIT MEMERIKSA / MENANYAKAN KE BPJS ATAS KEPESERTAAN BPJS PASIENNYA” ???
APAKAH KEPESERTAAN BPJS KAMI SEBAGAI PENDUDUK INDONESIA ADA MANFAATNYA / SIA SIA SAJA ???.
APAKAH BISA SAYA “REMBES” biaya rmh sakit nya ke BPJS ???.

Saya posting ini setelah hari ini tgl 11/12 +/- jam 17.00 wib, istri saya sudah pulang.

MOHON BANTUAN UNTUK JALAN KELUARNYA DAN TOLONG DI VIRAL KAN SUPAYA ADA JAWABAN PASTI DARI YG BERWENANG DAN JANGAN ADA LAGI YANG MENGALAMI HAL SEPERTI YANG SAYA ALAMI SEKARANG INI.

LEAVE A REPLY

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini