Waduh! Akun Medsosnya Diblokir, FPI akan Boikot Facebook 24 Jam Saat Hari Natal?

0
1673

ViralBali,Nasional.

Setelah akun media sosial mereka diblokir sejak Selasa (19/12/2017), Front Pembela Islam (FPI) akan balas memboikot semua akun media sosial pada Senin (25/12/2017) yang bertepatan dengan hari raya Natal. FPI juga berencana akan melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan dan ke kantor Facebook & Kemenkominfo.

Seperti dilansir dari reportase Tirto.ID, Jumat (22/12/2017), Novel Bamukmin menyebutkan bahwa aksi boikot ini terutama akan mengarah pada aksi libur tidak menggunakan media sosial apapun per tanggal 25 Desember ini.

“Kita akan boikot 24 jam dari FB (Facebook), WA (WhatsApp), dan lain-lain pada tanggal 25 Desember,” ujar Sekjen DPD FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin melalui pesan singkat kepada tim media, Kamis (21/12/2017).

Ia juga sempat menyebutkan akan melakukan unjuk rasa ke kantor Facebook dan Kemenkominfo.

“(Kantor FB) juga kita akan demo. Biasalah aksi turun ke jalan (ke Kemenkominfo), mungkin setelah tanggal 25 atau sesudah tahun baru,” ungkap Novel.

Namun saat ditanya terkait rincian rencana aksi demonstrasi tersebut, pihaknya menjawab akan berkoordinasi dengan DPP terlebih dahulu.

Kepala Humas Panitia Reuni Alumni 212 ini sempat menuturkan, akun media sosial FPI dan yang berhubungan dengan aksi bela Islam diblokir saat mendekati waktu digelarnya aksi-aksi mereka.

“Tapi pas mau aksi bela Islam itu pasti dihabisin 411, 212 dan reuni 212 kemaren, semua yang berbau aksi bela Islam dihabisin,” imbuhnya.

Berdasarkan penelusuran tim wartawan, memang tak ada akun Facebook FPI yang tersedia di platform media sosial tersebut. Pencarian dengan kata kunci “Front Pembela Islam” menghasilkan page atau halaman “Anti Front Pembela Islam” pada daftar pencarian pertama.

Jurnalis juga melakukan penelusuran terhadap akun Instagram resmi FPI https://www.instagram.com/dpp.fpi/ dan website resmi FPI http://fpi.or.id/. Keduanya juga tidak bisa diakses.

Saat hal ini ditanyakan ke Novel, pihaknya juga membenarkan bahwa akun Instagram dan website FPI juga diblokir.

Sedangkan di Twitter, kondisinya hampir serupa. Dengan kata kunci sama, pencarian hanya menghasilkan akun-akun kloningan dengan follower kecil. Berbanding terbalik dengan nama besar yang telah dimiliki FPI.

Karena Diprotes Netizen?

Kabar diblokirnya akun-akun media sosial ini terungkap pertama kali saat seorang simpatisan FPI mengunggah sebuah poster ke Twitter. Dalam poster tersebut, mereka mempertanyakan mengapa akun-akun yang berasosiasi dengan FPI diblokir. Lengkap dengan tangkapan layar yang menyatakan akun diblokir dan tak bisa login.

Dalam poster itu juga, simpatisan FPI mengajak untuk mendatangi kantor perwakilan Facebook di Indonesia. Tepatnya di Capital Place, di daerah Gatot Subroto. Selain ajakan memprotes, simpatisan FPI itu mengajak “saintis muslim” membuat media sosialnya sendiri.

Pemblokiran akun-akun yang terkait dengan FPI di media sosial bukan kali pertama terjadi. Pada pertengahan Januari 2017 lalu, tiga akun resmi yang berasosiasi dengan FPI yakni @DPP_FPI, @HumasFPI, dan @syihabrizieq, diblokir oleh Twitter.

Ketika itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika membantah bahwa merekalah yang melakukan pemblokiran. Ditengarai, protes dari pengguna media sosial (netizen) lainnya merupakan sebab dari pemblokiran yang menimpa 3 akun resmi tersebut.

“Saya malah tidak tahu (penutupan). Harus dicek juga itu (laporan) siapa. Bisa juga itu (laporan) masyarakat, karena masyarakat banyak (melapor) akhirnya Twitter memberlakukan itu. Saya terus terang tidak tahu itu,” beber Menkominfo Rudiantara saat itu.

Namun, pemblokiran 3 akun yang terjadi waktu itu, masih dibalas FPI dengan cara “santai.” Mereka lalu membuat akun-akun baru FPI dan tidak mempermasalahkannya hingga sekarang.

Sumber : suratkabar

 

 

LEAVE A REPLY

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini