Gojek Terjual Rp 16,2 Triliun

0
2195

Jakarta, Indonesia

Ternyata Gojek mau jadi lembaga keuangan terbesar di Indonesia

Para penggiat UKM sejak 2 tahun lalu berpikir, Gojek mau ngapain? Investornya mau ke mana buang² duit sampai ratusan milyar?

Operasional jalan sudah hampir 4 tahun, tapi tak pernah satu kalipun profit, namun investor berebut invest. Bahkan muncul pesaingnya, Grab (lippo) & Uber. Bisnis macam apa ini? investornya sudah pada gila, apa?

Jawabannya ternyata di bulan ini, Gojek di beli Tencent, pesaing kuat Alibaba (Jack Ma). Tencent beli Gojek 1,2 Billion USD, atau setara dengan 16,2 trilyun rupiah. Jelas ini pasti bukan perusahaan tukang ojek biasa.

Gojek ternyata mau jadi lembaga keuangan non bank terbesar di Indonesia. Dengan layanan go-pay, ia mau jadi konglomerasi e-money terbesar, mengalahkan e-money Mandiri, BNI, BRI sekalipun.

Menurut riset lembaga survei JakPat pada Desember 2016 lalu, persentase penggunaan GoPay di Indonesia telah mencapai 27,1 persen, berada di urutan keempat setelah Mandiri e-Money (43,8 persen), BCA Flazz (39,1 persen), dan Telkomsel T-Cash (29,1 persen).

Intinya adalah transaksi.. transaksi.. transaksi..

Segala jenis produk yang dikeluarkan, ujungnya untuk meningkatkan transaksi dan database pelanggan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kuasai informasi kuasai dunia. Namun tambah lagi, kuasai perputaran uang, anda kuasai seluruh dunia.

Itulah yang dilakukan Jack Ma. Kuasai e-commerce, lalu buat J&T, perusahaan logistik keren 1 hari sampai. Buat apa? Buat melihat lebih jeli peta pergerakan uang dan transaksi di grass root. Dan apa selanjutnya?

Sebentar lagi Jack Ma akan buat perusahaan e-money di Indonesia, mungkin Alipay akan buka cabang segera di sini. Kita lihat saja nanti.

Ujungnya, mereka semua akan membuat lembaga keuangan non bank, untuk kuasai transaksi, database, dan dunia.

Siapa yang menguasai informasi akan menang dalam persaingan di abad ke 21.

LEAVE A REPLY

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini