Jokowi Ke Bali, Tiongkok Cabut Travel Warning

0
342

Badung, Bali

Sejak Gunung Agung batuk-batuk dan erupsi, dunia pariwisata Bali mulai lesu. Bali sepi pengunjung. Hotel-hotel yang dibangun dari hutang bank yang paling merasakan dampaknya. Mereka terancam gulung tikar dan tidak dapat mengembalikan hutang bank karena biaya operasional terus berjalan sementara pemasukan sedikit bahkan sama sekali tak ada.

Ada banyak juga tenaga kerja yang dirumahkan untuk menghemat biaya operasional. Keadaan Bali benar-benar memprihatinkan. Semuanya lesu.

Status “Awas” Gunung Agung membuat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara merosot drastis. Hal ini menyebabkan keadaan ekonomi di Bali lebih buruk daripada peristiwa bom Bali. Padahal sehubungan dengan Gunung Agung, hanya daerah dengan radius 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung yang tidak aman. Pura Besakih dan Pantai Tulamben adalah dua destinasi yang tidak boleh dikunjungi karena masuk KRB (Kawasan Rawan Bencana).

Diam-diam, Jokowi selaku Kepala Negara ternyata memperhatikan juga keadaan pariwisata di Bali yang menurun tajam. Sang Bapak Bangsa segera turun tangan membantu anak-anaknya di Bali.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengambil ide menggelar rapat kabinet pada tanggal 22 Desember di Pulau Dewata.

Jokowi rela bersusah payah memboyong para menterinya untuk rapat di Bali. Jelas lebih repot dan ruwet. Biasanya mereka tinggal enak rapat di Jakarta, tiba-tiba harus pindah rapat di Bali.

Tapi itulah Jokowi, Bapak yang baik akan melakukan apa saja untuk kesejahteraan anak-anaknya. Dalam diam Pakdhe bergerak. Tak banyak bicara namun kerja nyata. Itulah Presidenku.

Padahal Jokowi baru saja tiba dari kunjungannya di Papua, bukannya beristirahat beliau langsung bertolak terbang ke Bali.

Bapak……. Aku benar-benar terharu dengan semua perjuangan dan pengorbananmu. Terima kasih.

Pada Jumat malam, 22 Desember 2107, Jokowi membuka rapat terbatas di Werdhapura Hotel, Sanur, Denpasar, Bali. Turut hadir dalam rapat itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sedikitnya ada 12 menteri dan setingkat menteri. Tujuan mereka untuk membahas situasi Gunung Agung.

Sebelum memulai rapat, sekitar pukul 17.30 WITA, Jokowi meluangkan waktu berjalan kaki menuju pantai Kuta, sekitar 100 meter dari hotel tempatnya menginap. Jokowi berjalan menyusuri Pantai Kuta bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dalam rombongan itu juga ada Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Saat menyusuri Pantai Kuta, Jokowi juga menyapa para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Seorang Presiden sebagai orang nomer 1 di negara ini mau membaur dengan rakyatnya berjalan tanpa alas kaki alias nyeker. Tak ada jarak. Yang ada hanyalah keindahan.

Usai menikmati keindahan Pantai Kuta selama 30 menit, Jokowi bersama rombongannya berjalan kaki menuju sebuah warung di kawasan Pantai Kuta. Di warung tersebut, mereka menikmati hidangan caffe latte dan pisang goreng.

Setelahnya, rombongan itu kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Tampak Jokowi hanya mengenakan sandal jepit saat itu.

Jokowipun memajang video dan foto-foto kegiatannnya selama di Bali di akun Facebook, Twitter dan Instagram-nya.

Kalimat “Bali Aman. Silakan liburan ke Bali.” langsung viral di share banyak orang. Dan faktanya Bali memang aman. Saya saksi hidup yang tinggal di Bali turut membenarkan kesaksian Presiden Jokowi. Dengan cara semacam ini, Jokowi sedang berteriak pada dunia. “Wooiiiyyyy……. Bali aman woiiiyyy……” Begitulah terjemahan bebasnya versi saya. Wekekeke……

Dan dampaknya memang luar biasa. Kunjungan ke sejumlah objek wisata di Bali pada langsung ramai kembali. Rombongan bus-bus besar dari Jawa mulai tampak. Ada yang datang dengan keluarga, ada juga anak-anak sekolah yang liburan sehabis terima rapor, sekalian libur Natal dan Tahun Baru. Wisatawan manca negara dan wisatawan domestik terlihat kembali di Bali.

Seorang warga setempat bernama Ni Made Sri mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke Tirtagangga sudah mulai pulih. Dia melihat ada wisatawan dari Eropa dan Australia.

Ada satu lagi berita yang sangat menggembirakan. Per tanggal 26 Desember 2017, pemerintah Tiongkok secara resmi mencabut larangan penerbangan langsung ke Bali yang sebenarnya diberlakukan pemerintah Tiongkok sampai 4 Januari 2018.

Selama ini Tiongkok menjadi penyumbang kunjungan wisatawan tertinggi ke Bali. Dari Januari hingga Juli, jumlah turis Tiongkok ke Bali mencapai 896 ribu. Jauh di atas Australia di urutan kedua dengan 632 ribu wisatawan.

Pada kondisi normal, setiap hari ada 30 rute penerbangan reguler dan carter dari Tiongkok ke Bali. Air China, China Southern, Eva Air, Xiamen Airlines, dan China Eastern adalah di antara maskapai asal Tiongkok dan Taiwan yang melayani penerbangan langsung ke Bali.

Dengan adanya Presiden Jokowi mengeluarkan statement bahwa Bali aman untuk dikunjungi, travel warning dari pemerintah Tiongkok langsung diubah menjadi travel advice. Melalui imbauan tersebut, pemerintah Tiongkok meminta warganya yang sedang berada di Bali untuk tidak berada di dekat Gunung Agung dan memperhatikan keselamatan mereka.

Waaaahhhh…… Terima kasih banyak Pak Jokowi. Terima kasih untuk semua usahamu memulihkan Bali. In Jokowi we trust. Sebagai anak bangsa, sama sekali tak ada keraguan dalam diriku untuk mendukungmu.

Ahhhh Bapak…….. Jujur aku semakin jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada kesederhanaan dan kebersahajaanmu. Jatuh cinta pada ketenangan sikapmu menghadapi para pembenci-pembencimu. Tak pernah bosan aku menuliskannya. Ke-Islamanmu sungguh sangat memberkati ke-Kristenanku. Aku benar-benar menyayangimu Pak. Aku bangga punya Presiden seperti dirimu. Aku akan selalu mendukungmu untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi ke depannya.

Yuk teman-teman datang ke Bali. Bali aman lho. Keadaan semacam ini takkan terulang lagi. Saat ini hotel di Bali banyak yang promo untuk menarik wisatawan datang berkunjung sekaligus pernyataan bahwa Gunung Agung aman terkendali.

Sumber : Jemima Mulyandari on Seword

LEAVE A REPLY

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini