PERAYAAN HUT KE-6 PADEPOKAN NOTO AKHLAK DAN ANGKRINGAN NUSWANTORO YANG KE-1

0
466

VIRALBALI | DENPASAR 05 AGUSTUS 2020.

Memperingati perayaan Hari Jadi secara bersama memang memiliki keunikan tersendiri, Hal itu yang dilakukan oleh Padepokan Noto Akhlak bersama Angkringan Nuswantoro.

Padepokan Noto akhlak memperingati hari jadinya yang Ke-6 sedangkan Angkringan Nuswantoro memperingati hari jadi yang Ke-1. Dengan Tema ; Melestarikan Budaya Nusantara.

Padepokan Noto Akhlak yang di bina oleh Gus Andre Bagus Ismail merayakan hari jadinya bertempat di Denpasar Mum Food Market yang berada di jalan mahendradata Denpasar.

Heru Gusmayadi selalu ketua padepokan Noto akhlak menjelaskan,
Tempat ini (Denpasar Mum Food Market) sengaja dipilih karena memang sering menjadi tempat beberapa event yang pernah terselenggara, selain itu juga stand Angkringan Nuswantoro juga berada di tempat ini.

Selain memperingati Hari jadi, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan tentang kebudayaan ilmu kanuragan khusunya yang berada di Jawa Timur, yang selama ini sudah diperkenalkan oleh padepokan Noto akhlak.

Sedangkan untuk Angkringan Nuswantoro bertujuan juga untuk memperkenalkan macam aneka masakan nusantara yang dijual di tempat ini, imbuh ibu yuli selaku pengelola Angkringan Nuswantoro.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh dari puri pemecutan, Dandim 1611 Badung, perangkat desa padangsambian kelod dan juga tidak ketinggalan owner dari Denpasar Mum Food Market.

Heru juga menjelaskan selain belajar ilmu kanuragan , Padepokan Noto akhlak juga sering mengadakan pengobatan alternatif untuk kesembuhan segala macam penyakit, yang dilakukan di sekretariat padepokan yang beralamat di jalan subur gang mirah delima no 9 Denpasar.

Gus imam dalam awal sambutannya berpesan agar budaya Indonesia tetap dipertahankan, tentunya harus didukung bersama oleh peran masyarakat dan juga pemerintah.

Beliau juga berpesan untuk angkringan nuswantoro agar sekiranya tetap menjaga dan melestarikan kuliner khas tradisi nusantara

Juga untuk Pedepokan Noto akhlak agar tetap menjadi lebih baik dan tetap menjaga kultur budaya dan juga budi pekerti yang luhur imbuhnya.

Pada kesempatan kali ini, dalam sambutannya Raja Puri Pemecutan Ida Tjokorda Pemecutan XI berpesan agar kita bangkit bersama dan tetap menjaga persatuan dan meleburkan semua perbedaan yang ada menjadi satu.
Karena kita semua di Bali maka kita harus hilangkan rasa kesukuan karena kita semua satu yaitu Indonesia.
Beliau juga berpesan agar kiranya kita tetap mengajarkan kepada anak anak generasi penerus agar tetap menjaga budaya yang ada.

Disambung dengan sambutan dari Dandim 1611 Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana Berpesan bahwa kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia, Jangan pernah menganggap bangsa ini bangsa kecil, Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang besar dan Kuat. Dan marilah kita berdamai dan bersatu untuk Indonesia, imbuhnya.

Acara ini di isi dengan pertunjukan diantaranya, Tari Gandrung dari banyuwangi, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Pementasan Rangda cilik dari Bali kemudian ada Hyang Weldo dan juga pertunjukan Reog Ponorogo dari komunitas Sardulo mbalelo , tidak ketinggalan pertunjukan Debus dari Padepokan Noto Akhlak, dan juga ada hiburan music dari Band Nuswantoro, serta beberapa pengisi acara lainnya. (Adm/VB)

LEAVE A REPLY

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini